Kamis, 11 September 2008

Cuplikan Skenario Film "BECAK BACA"

ACT 1 >>

FADE IN >>

INT. DARUSSALAM MEDIA CENTER

Sebuah kedai kopi dengan konsep modern tetapi masih menggunakan perangkat tradisionil kopi tarik dilengkapi dengan toko buku dan ruang baca yang nyaman. Di salah satu sudut toko terdapat panggung seluas 2 x 3 meter. Tergeletak di lantai panggung alat musik tradisional rapai, serune kale dan gitar tradisional. Back drop panggung bertuliskan “TRADISI TAK PERNAH MATI”.

(Kesibukan sore hari di Darussalam Media Center, pengunjung masih ramai; ada yang minum kopi sambil bercengkerama, ada yang memesan kopi sambil membaca buku, diujung ruangan ada yang sedang menggunakan internet. Di toko buku banyak pengunjung yang sedang memilih-milih buku)


Pemeran utama (Agus) :
( Menuruni anak tangga sambil menebar senyum melihat situasi tokonya yang masih ramai pengunjung, kemudian melangkah mendekati salah satu karyawannya)

Ronny saya pulang dulu, saya janji dengan ibu dan Intan untuk makan malam bersama di rumah


Karyawan 1 (Ronny):
(Mengangguk sambil tersenyum)

Baik pak…


EXT. PARKIRAN MOBIL DI DEPAN TOKO


Sopir (Hasrizal) :
(Bergegas membukakan pintu mobil sambil tersenyum)


Pemeran utama (Agus) :
(Berjalan keluar toko, menuju pintu mobil yang sudah dibukakan sopir. Berhenti sejenak, membalikkan badan menatap signage tokonya. Tersenyum, kemudian menepuk pundak sopirnya. Sesaat kemudian bergerak memasuki mobil).

Mobil bergerak perlahan menjauh.

CUT TO >>

Tidak ada komentar: